Cokelat dan Ragam Jenisnya
Cokelat merupakan salah satu produk pangan paling populer di dunia, dikenal tidak hanya sebagai makanan manis, tetapi juga sebagai bahan penting dalam industri kuliner, kesehatan, dan kecantikan. Berasal dari biji kakao (Theobroma cacao), cokelat memiliki sejarah panjang yang dimulai dari peradaban Maya dan Aztec, yang menjadikannya minuman bernilai tinggi dan simbol status sosial. Seiring perkembangan zaman, cokelat mengalami transformasi besar, baik dari sisi pengolahan maupun variasi produknya, hingga akhirnya menjadi komoditas global yang digemari berbagai kalangan.
Pada proses pembuatannya, biji kakao melalui serangkaian tahapan, seperti fermentasi, pengeringan, penyangraian, dan penggilingan, sebelum menghasilkan massa kakao, cocoa butter, dan cocoa powder sebagai bahan dasar utama. Perbedaan komposisi antara ketiga elemen inilah yang kemudian menciptakan variasi cokelat dengan karakteristik yang sangat beragam. Perbedaan tersebut tidak hanya berpengaruh pada rasa dan tekstur, tetapi juga pada manfaat nutrisi serta aplikasi penggunaannya.
Berikut ini adalah beberapa jenis cokelat yang umum dikenal dalam industri makanan dan minuman:
1. Cokelat Hitam (Dark Chocolate)
Cokelat hitam merupakan jenis cokelat yang mengandung persentase kakao lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya. Kandungan kakao dapat berkisar antara 50% hingga lebih dari 90%, dengan sedikit atau tanpa tambahan susu. Cokelat hitam memiliki cita rasa yang lebih pekat dan pahit, sehingga sering dianggap sebagai cokelat “murni”. Dari sisi kesehatan, cokelat hitam dikenal kaya akan antioksidan, terutama flavonoid, yang berperan dalam meningkatkan kesehatan jantung, memperbaiki aliran darah, serta membantu mengurangi peradangan. Karena karakter rasanya yang kuat, cokelat ini banyak digunakan dalam pembuatan kue, truffle, dan minuman cokelat berkualitas tinggi.
2. Cokelat Susu (Milk Chocolate)
Cokelat susu adalah jenis cokelat yang paling populer di kalangan konsumen, terutama karena rasa manisnya yang lembut dan teksturnya yang creamy. Komposisinya terdiri dari perpaduan massa kakao, cocoa butter, gula, dan susu (baik dalam bentuk cair, bubuk, maupun susu kental). Kandungan kakao dalam cokelat susu umumnya lebih rendah daripada cokelat hitam, yaitu sekitar 20–40%. Jenis ini sering digunakan dalam pembuatan permen, cokelat batangan, dessert, dan berbagai produk makanan ringan. Meskipun tidak se-“sehat” cokelat hitam, cokelat susu tetap memberikan sejumlah manfaat, seperti peningkatan energi dan pelepasan hormon endorfin.
3. Cokelat Putih (White Chocolate)
Berbeda dari cokelat pada umumnya, cokelat putih tidak mengandung massa kakao. Komposisi utamanya adalah cocoa butter, gula, dan susu, sehingga menghasilkan rasa yang sangat manis serta aroma krimi yang khas. Teksturnya lembut dan mudah meleleh, menjadikannya ideal untuk dekorasi kue, glaze, atau produk permen. Meskipun tidak mengandung antioksidan seperti cokelat hitam, cokelat putih tetap digemari karena karakteristik rasanya yang unik dan kepraktisannya dalam industri pastry.
4. Cokelat Ruby (Ruby Chocolate)
Cokelat ruby merupakan inovasi terbaru dalam dunia cokelat dan diperkenalkan secara komersial pada tahun 2017. Terbuat dari biji kakao ruby yang memiliki pigmen alami berwarna kemerahan, cokelat ini menawarkan rasa asam dan manis yang segar, mirip dengan buah beri. Tanpa tambahan pewarna atau perasa buatan, cokelat ruby telah mencuri perhatian pelaku industri kuliner dan konsumen karena keunikannya. Ruby chocolate banyak digunakan pada produk premium, dessert modern, dan kreasi cokelat artisanal.
5. Cokelat Compound
Cokelat compound adalah jenis cokelat yang dibuat dari campuran cocoa powder dan lemak nabati, menggantikan cocoa butter yang lebih mahal. Karena dapat dilelehkan tanpa proses tempering, cokelat compound sangat populer dalam industri rumahan dan produksi massal. Rasanya mungkin tidak sekompleks cokelat berbasis cocoa butter, tetapi kepraktisannya menjadikannya pilihan utama untuk coating, topping, dan dekorasi kue.
6. Cokelat Couverture
Cokelat couverture adalah cokelat premium yang memiliki kandungan cocoa butter lebih tinggi, sehingga menghasilkan kilau dan tekstur yang sangat halus setelah proses tempering. Jenis cokelat ini banyak digunakan oleh chocolatier profesional untuk membuat praline, bonbon, dan berbagai produk cokelat berkualitas tinggi. Cokelat couverture tersedia dalam versi dark, milk, maupun white, masing-masing memberikan kualitas rasa yang lebih kaya dibandingkan cokelat biasa.