Kreatif Banget: Sayur Biasa Jadi Karya Seni
Praktik keterampilan pembuatan garnish menjadi salah satu kegiatan penting dalam pembelajaran mahasiswa Sarjana Terapan Tata Boga Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kegiatan ini tidak hanya menekankan pada keterampilan teknis dalam mengolah bahan, tetapi juga pada aspek estetika, kreativitas, dan ketelitian dalam penyajian hidangan. Pada pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan berbagai jenis bahan seperti wortel, mentimun, tomat, lobak, bawang bombay dan cabai untuk menciptakan beragam bentuk garnish. Setiap bahan memiliki karakteristik tekstur dan warna yang berbeda sehingga memberikan tantangan tersendiri dalam proses pembentukan. Wortel, misalnya, sering digunakan untuk membentuk bunga karena teksturnya yang cukup keras dan mudah diukir, sedangkan mentimun dimanfaatkan untuk menciptakan elemen daun atau aksen hijau yang segar. Sementara itu, tomat dan cabai digunakan untuk memberikan sentuhan warna merah yang kontras dan menarik.

Mahasiswa bekerja secara individu maupun kelompok untuk mengembangkan ide kreatif dalam pembuatan garnish. Interaksi antar mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, di mana mereka saling bertukar ide, teknik, dan inspirasi. Dosen pengampu turut memberikan arahan serta evaluasi terhadap hasil karya mahasiswa, baik dari segi teknik maupun estetika. Setelah tahap pembuatan selesai, hasil garnish kemudian dikreasikan dalam bentuk rangkaian. Penyusunan ini menjadi tahap akhir yang menentukan nilai visual dari keseluruhan karya. Mahasiswa mengombinasikan berbagai elemen garnish menjadi satu komposisi yang menyerupai rangkaian bunga atau dekorasi artistik di atas plate. Penataan dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan tinggi, warna, serta titik fokus agar tampil menarik dan profesional.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Vokasi Unesa terus berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil dalam memasak, tetapi juga memiliki kepekaan estetika dan inovasi dalam penyajian. Praktik garnish menjadi salah satu bukti nyata bahwa pembelajaran di bidang tata boga tidak hanya berorientasi pada rasa, tetapi juga pada keindahan visual yang mampu memberikan pengalaman kuliner yang lebih menyeluruh.